Begini ahli medis mendiagnosa penyakit asma

Spread the love

Gejala-gejala serangan asma dapat menyerupai gangguan pernapasan lainnya seperti infeksi saluran pernapasan, bronkitis, dan emfisema. Oleh karena itu, diagnosis asma yang akurat sangat penting untuk menentukan jadwal perawatan yang tepat. Tingkat keparahan gejala asma dipantau dengan bantuan tes fungsi paru, seperti membaca aliran puncak, spirometri, pengukuran oksida nitrat, dan oksimeter denyut. Baca juga: punca punca penyakit asma

Perawatan berfokus pada mengelola gejala, mempertahankan fungsi paru-paru normal, dan mencegah kemungkinan kematian akibat serangan berat. Obat-obatan tertentu seperti agonis beta short-acting, kortikosteroid oral, inhibitor leukotrien seperti montelukast dan zileuton, dan methylxanthines dapat digunakan untuk mengurangi peradangan pada serangan asma akut. Penggunaan inhaler HFA (hydrofluoroalkane) dapat membantu mengendalikan gejala sesak napas. Jika gejalanya mengancam jiwa, maka intubasi dan ventilasi mekanis menjadi penting untuk membantu pernapasan. Baca juga: Manfaat memasak dengan mengukus

Penyebab asma terkait dengan faktor genetik, kimia, dan lingkungan. Beberapa faktor pemicu umum untuk asma adalah infeksi virus seperti pilek dan flu, alergi terhadap obat-obatan tertentu, serbuk sari, tungau debu, alergi makanan, iritasi seperti asap rokok atau debu, dan bahan kimia tertentu. Asma juga bisa disebabkan oleh latihan tertentu yang dilakukan di udara dingin dan kering. Cara terbaik untuk mencegah serangan asma adalah menghindari kontak dengan agen pemicu. Anda perlu mengidentifikasi pemicu alergi dan hindari memaparkannya sebisa mungkin. Dengan bantuan perawatan medis yang tepat, diet bergizi, dan gaya hidup sehat, Anda dapat menghindari gejala-gejala yang menyusahkan ini dan menikmati kesehatan pernapasan yang prima.